Latest Post
ALHAMDULILLAH, KETUA MKD SUMBANG KORBAN KEBAKARAN DI CIPAKU
Written By PKS CIPAKU on Senin, 22 Februari 2016 | 00.26
VIDEO BANJIR BANDANG CIHAURBEUTI
Written By PKS CIPAKU on Selasa, 29 Maret 2011 | 06.01
Banjir Bandang di Ciamis, 1 Tewas dan 1 Hilang
Written By PKS CIPAKU on Senin, 28 Maret 2011 | 16.11
Banjir bandang di Ciamis (Foto: Asep Jauhariyono/RCTI)
CIAMIS - Satu orang tewas dan satu bocah dinyatakan hilang akibat banjir bandang yang melanda Desa Padamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kebupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (28/3/2011).
Korban tewas teridentifikasi bernama Ikin (75), warga sekitar kali Ciarus, Desa Padamulya. Sementara bocah lima tahun yang hilang hingga kini masih belum diketahui.
Banjir bandang yang membawa material batu-batu besar dari Gunung Sawal itu itu juga merusak ratusan rumah warga di empat dusun, di Desa Padamulya.
Saat banjir datang, ratusan warga langsung berhamburan menyelamatkan diri. Dengan membawa barang seadanya, warga yang panik berusaha menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.
Banjir bandang kali ini akibat meluapnya sungai Ciarus, yang membelah perkampungan warga. selain warga mengungsi/ banjir juga menakibatkan satu orang warga tewas.
Menurut Edi, warga setempat, banjir datang setelag hujan deras turun pada pukul 14.00 WIB.
“Tiba-tiba terdengar suara bergemuruh seperti suara gempa dan tiba-tiba gulungan air bah datang dan menyapu rumah-rumah yang berada di sepanjang aliran sungai,” kata Edi. Hingga ini, ratusan waga masih mengungsi di tempat yang aman.
(Asep Juharyono/RCTI/ded)
sumber : news.okezone.com
Korban tewas teridentifikasi bernama Ikin (75), warga sekitar kali Ciarus, Desa Padamulya. Sementara bocah lima tahun yang hilang hingga kini masih belum diketahui.
Banjir bandang yang membawa material batu-batu besar dari Gunung Sawal itu itu juga merusak ratusan rumah warga di empat dusun, di Desa Padamulya.
Saat banjir datang, ratusan warga langsung berhamburan menyelamatkan diri. Dengan membawa barang seadanya, warga yang panik berusaha menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.
Banjir bandang kali ini akibat meluapnya sungai Ciarus, yang membelah perkampungan warga. selain warga mengungsi/ banjir juga menakibatkan satu orang warga tewas.
Menurut Edi, warga setempat, banjir datang setelag hujan deras turun pada pukul 14.00 WIB.
“Tiba-tiba terdengar suara bergemuruh seperti suara gempa dan tiba-tiba gulungan air bah datang dan menyapu rumah-rumah yang berada di sepanjang aliran sungai,” kata Edi. Hingga ini, ratusan waga masih mengungsi di tempat yang aman.
(Asep Juharyono/RCTI/ded)
sumber : news.okezone.com
Korban Banjir Bandang Diungsikan ke Kantor Kecamatan
Ilustrasi longsor (Foto: Ist)
Staf Kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis, Tedy Wahyudi, mengatakan dua tempat yang menjadi posko pengungsian yakni Kantor Kecamatan Cihaurbeuti dan SDN 3 Cihaurbeuti.
“Di kantor kecamatan sudah full dengan para pengungsi, sisanya ditampung di SDN 3,” kata Tedy saat dikonfirmasi, Senin (28/3/2011).
Sementara itu, sebagian korban banjir bandang lainnya ada yang sudah dibawa kerabat lainnya. Mereka diungsikan keluarga ke Kecamatan Sindangkasih, Cikoneng, dan Panembangan.
Hal senada diungkapkan Sekretaris Desa Cihaurbeuti Darajat. Pria yang juga menjadi petugas evakuasi ini menjelaskan, timnya masih melakukan evakuasi di dau wilayah yang terkena dampak banjir bandang terparah.
“Kita fokuskan di wilayah Bojong dan Ciawai yang paling parah tergenang di sana. Sedangkan di Seda, beberapa rumah di wilayah tersebut dikabarkan hanyut terbawa air.”
Sebelumnya, sekira pukul 15.00 WIB banjir bandang menghajar desa Padamulya. Petugas belum mengetahui berapa korban jiwa dalam bencana alam ini. Sedangkan jalan raya yang posisinya jauh dari lokasi terjangan banjir bandang tergenang 60 sentimeter.
sumber : okezone.com
Evakuasi Korban Banjir Ciamis Terus Diupayakan
pkscipaku: Tim penyelamat mengevakuasi warga yang diduga masih terjebak di rumahnya akibat banjir bandang di Desa Padamulya, Kecamatan Cihaur Beuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Sementara, sedikitnya 1.500 orang diungsikan.
Berdasarkan dari data desa setempat, hingga Senin (28/3) malam, seorang warga meninggal. Seorang anak kecil belum ditemukan serta belasan orang mengalami luka akibat terjangan banjir bandang.
Sedangkan, ribuan warga tersebut diungsikan ke puskesmas dan kantor kecamatan setempat. Dikhawatirkan, terjadi banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi. Kini, Desa Padamulya masih terus diterjang banjir.
Berdasarkan dari data desa setempat, hingga Senin (28/3) malam, seorang warga meninggal. Seorang anak kecil belum ditemukan serta belasan orang mengalami luka akibat terjangan banjir bandang.
Sedangkan, ribuan warga tersebut diungsikan ke puskesmas dan kantor kecamatan setempat. Dikhawatirkan, terjadi banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi. Kini, Desa Padamulya masih terus diterjang banjir.
Sikap PKS Tolak Islah dengan Yusuf Supendi Dianggap Tepat
Written By PKS CIPAKU on Rabu, 23 Maret 2011 | 17.49
"Saya kira soal laporan penggelapan uang bukan dengan cara Islah, tapi diusut oleh KPK. Kalau PKS menerima islah maka itu langkah yang tidak terhormat," kata pengamat politik Imdadun Rahmat yang juga penulis buku ideologi politik PKS saat berbincang dengan detikcom, Kamis (24/3/2011) malam.
Menurut Imdadun, PKS sebaiknya meneruskan aduan tersebut ke proses hukum agar ada kepastian. Karena masalah tersebut menyangkut hal yang paling sensitif bagi PKS yang mencitrakan dirinya sebagai partai dakwah, putih dan peduli.
"Menolak Islah harus dipahami sebagai kesiapan PKS untuk melanjutkan ke proses peradilan," imbuhnya. PKS pun diminta untuk harus berbesar hati menanggapi dengan pendekatan hukum dan bukan pendekatan politik.
Seperti diketahui, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq mengatakan pihaknya tidak akan islah atau berdamai dengan Yusuf Supendi. Hal itu dikarenakan Yusuf telah melakukan pelanggaran berat dan bukan sekedar perbedaan pendapat.
Meski begitu jika Yusuf mau memperbaiki diri dan siap berkomitmen dengan seluruh aturan organisasi, ia akan dipertimbangkan kembali untuk diterima atau tidak. Namun, sambung Luthfi, jika Yusuf tidak melakukan perubahan maka pemecatan akan berlaku terus
Langganan:
Postingan (Atom)




